Lembut terhembus semilir angin di waktu fajar, membayangkan satu tujuan yang entah ada dimana.
Kicau burung mulai bernyanyi, seraya mengatakan "terbanglah yang dibawah, terbanglah", seakan memberi satu makna.
Sinar mentari memberi celah di langit biru, membuka jalan bagi yang menginginkannya.
Sorak sorai ayam berkokok memberi isyarat untuk bergerak.
Merenung aku merenung, untuk 3 tanda yang berbeda.
Apa ini yang dimaksud harapan?
Apa ini yang dimaksud cita cita?
Apa ini juga yang disebut mimpi?
Pemikiran ku mulai terbuka, menjawab dari semua jawaban yang ada.
Kucoba mengukir satu kata di langit sana, tuk menjawab pertanyaan yang ada
Inilah yang telah hilang dari kita, IMPIAN, TUJUAN, dan CITA CITA.
Bukalah MATA HATI, BANGUN lah dr MIMPI, sadar lah di DUNIA ini kita TIDAK HANYA BERDIRI, butuh satu garis untuk batas akhir.
KEMBALILAH para PERAIH MIMPI, KEMBALILAH untuk DUNIA yang LEBIH DARI SEKEDAR MIMPI.
-MisterI
Kicau burung mulai bernyanyi, seraya mengatakan "terbanglah yang dibawah, terbanglah", seakan memberi satu makna.
Sinar mentari memberi celah di langit biru, membuka jalan bagi yang menginginkannya.
Sorak sorai ayam berkokok memberi isyarat untuk bergerak.
Merenung aku merenung, untuk 3 tanda yang berbeda.
Apa ini yang dimaksud harapan?
Apa ini yang dimaksud cita cita?
Apa ini juga yang disebut mimpi?
Pemikiran ku mulai terbuka, menjawab dari semua jawaban yang ada.
Kucoba mengukir satu kata di langit sana, tuk menjawab pertanyaan yang ada
Inilah yang telah hilang dari kita, IMPIAN, TUJUAN, dan CITA CITA.
Bukalah MATA HATI, BANGUN lah dr MIMPI, sadar lah di DUNIA ini kita TIDAK HANYA BERDIRI, butuh satu garis untuk batas akhir.
KEMBALILAH para PERAIH MIMPI, KEMBALILAH untuk DUNIA yang LEBIH DARI SEKEDAR MIMPI.
-MisterI
Comments
Post a Comment